Minggu, 15 Mei 2011

Metode dan Model Pembelajaran


Beberapa macam metode pengajaran dan pengertiannya :

A.     Metode Kontekstual

Konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Prinsip Dasar Ctl
1.      CTL menekankan kepada keterlibatan siswa untuk menemukan materi
2.      CTL mendorong siswa untuk menemukan hubungan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata
3.      CTL mendorong siswa untuk menerapkan materi dalam kehidupan

Asas-Asas CTL
1. Konstruktivisme
2. Inkuiri
3. Bertanya
4. Masyarakat Belajar
5. Pemodelan
6. Refleksi
7. Penilaian Nyata
 


PERBEDAAN CTL DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

CTL
Konvensional
-        Siswa sebagai subjek.
-        Siswa belajar melalui  kegiatan kelompok.
-        Dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil.
-        Berdasarkan atas pengalaman.
-        Tujuan akhir adalah kepuasan diri.
-        Belajar atas kesadaran diri.
-        Selalu berkembang sesuai pengalaman.
-        Bertanggungjawab dalam monitoring.
-       Belajar bisa terjadi dimanapun dalam konteks    yang berbeda
-       Yang dicapai seluruh aspek perkembangan
   siswa.
-        Siswa sebagai objek.
-        Belajar secara individu.
-        Bersifat teoritis dan abstrak.
-        Melalui latihan-latihan.
-        Tujuan akhir adalah nilai.
-        Faktor dari luar.
-        Absolut dan final.
-        Guru adalah penentu.
- Pembelajaran hanya terjadi dikelas.
-        Hanya diukur dari nilai.

 
B.     Metode ceramah

Yang dimaksud dengan ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode utama berhubungan dengan siswa adalah berbicara.
Peranan murid dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti serta mencatat pokok pentingnya yang dikemukakan oleh guru.
Ceramah wajar dipergunakan :
  1. Apabila guru akan menyampaikan fakta atau pendapat dimana tidak terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta atau pendapat yang dimaksud.
  2. Apabila guru harus menyampaikan fakta pada siswa yang besar jumlahnya dan karena besarnya kelompok maka metode-metode lain tidak mungkin dipergunakan.
  3. Apabila guru adalah pembicara yang semangat dan akan merangsang siswa untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan.
  4. Apabila guru akan menyimpulkan pokok yang penting yang telah dipelajari oleh siswa untuk memungkinkan siswa-siswa melihat lebih jelas hubungan yang satu dengan yang lain.
  5. Apakah guru yang akan memperkenalkan pokok baru dalam rangka pelajaran yang lalu.

Keuntungannya :
-         Guru dapat menguasai seluruh arah kelas
-         Organisasi kelas adalah sederhana
Kerugiannya :
-       Guru tidak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti yang telah dibicarakan
-       Pada siswa dapat terbentuk konsep yang lain daripada kata-kata yang dimaksudkan oleh
        guru tersebut.

Bagaimana mempersiapkan metode ceramah yang efektif :
  1. Rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh siswa
  2. Setelah menetapkan tujuan, hendaklah diselidiki apakah metode ceramah benar-benar merupakan metode yang sangat pada tempatnya
  3. Susun bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan
  4. Pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian yang tertentu harus ditetapkan sebelumnya
  5. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan






C.    Metode Tanya Jawab

Pada metode tanya jawab, guru pada umumnya berusaha menanyakan apakah siswa telah mengetahui fakta tertentu yang sudah diajarkan. Pada metode diskusi, pertanyaan guru lebih diarahkan untuk merangsang siswa mempergunakan fakta yang lebih kompleks. Pertanyaan tidak bersifat faktuil, dan jawabannya tidak mutlak / tunggal.

Penggunaannya ditujukan untuk :
-         Meninjau pelajaran yang lalu, menangkap perhatian siswa
-         Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa

Kebaikan metode tanya jawab :
-         Sambutan kelas
-         Memberi kesempatan pada siswa untuk mengemukakan hal-hal yang belum jelas
-         Mengetahui perbedaan pendapat antara siswa dan guru
Kelemahan metode tanya jawab :
-         Menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan
-         Menimbulkan pokok persoalan baru

Langkah-langkah metode tanya jawab :
  1. Merumuskan tujuan sejelasnya dalam bentuk khusus berpusat pada tingkah laku siswa
  2. Mencari alasan mengapa mempergunakan metode tanya jawab
  3. Menetapkan kemungkinan jawaban pertanyaan itu apakah mengandung banyak masalah / hanya terbatas pada jawaban ya atau tidak
  4. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang daripada persoalan





D.    Metode Diskusi

Suatu metode yang digunakan apabila menemukan persoalan – persoalan/ masalah-masalah yang tidak dapat dipecahkan hanya dengan satu jawaban atau satu cara saja dan perlu menggunakan banyak pengetahuan dan macam-macam cara pemecahan dan mencari jalan yang terbaik serta pembahasannya memerlukan lebih dari dua orang, yakni masalah-masalah yang memerlukan kerjasama dengan musyawarah.
Pertanyaan yang layak didiskusikan adalah pertanyaan yang bersifat :
  1. Menarik minat siswa yang sesuai dengan tarafnya dan mempunyai kemungkinan-kemungkinan jawaban lebih dari sebuah yang dapat dipertahankan kebenarannya
  2. Mengutamakan hal yang mempertimbangkan dan membandingkan.Kebaikannya :
-         Mempertinggi partisipasi siswa secara individual
-         Mempertinggi partisipasi kelas secara luas
Kelemahan :
-         Sulit bagi guru untuk meramalkan arah penyelesaian diskusi
-         Sulit bagi siswa untuk mengatur secara berpikir ilmiah

Peran guru dan pemimpin diskusi :
  1. Pemimpin sebagai pengatur ”lalu lintas”. Bertujuan untuk mengumpulkan pendapat dari tiap orang
  2. Pemimpin sebagai dinding penangkis. Senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulkan kembali kepada kelompok
  3. Pemimpin sebagai penunjuk jalan. Memberi petunjuk-petunjuk umum mengenai kemajuan-kemajuan diskusi

Langkah-langkah pedoman menuntun diskusi antara lain :
  1. Apakah masalah atau perihal yang dihadapi
  2. Soal-soal penting manakah terdapat dalam masalah itu
  3. Tindakan-tindakan apakah yang sudah direncanakan dan siapa yang melaksanakan
  4. Hal apakah dan yang manakah telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan

E.     Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Manfaat psikologis dari metode demonstrasi adalah
-         Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan
-         Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari
-         Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut
-   Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
-   Memudahkan berbagai jenis penjelasan
-   Kesalahan- kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh   
     konkret,dengan menghadirkan objek sebenarnya.

Kelebihan metode demonstrasi adalah anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan, kurangnya pemahaman siswa tentang kegunaan benda yang dipertunjukkan.
Metode demonstrasi dapat dilaksanakan manakala:
  • Kegiatan pembelajaran bersifat  normal, magang atau latihan bekerja
  • Bila materi pelajaran berbentuk  keterampilan  gerak
  • Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
  • Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
  • Untuk menumbuhkan motivasi  siswa tentang latihan/ praktik yang kita  laksanakan
  • Untuk mengurangi kesalahan-kesalahan
  • Bila  beberapa masalah yang menimbulkan  pertanyaan  pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi
Batas-batas metode ini  adalah :
  • Demonstrasi  merupakan metode yang tidak wajar bila alat didemonsasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa
  • Demonstrasi  menjadi kurang  efektif bila tidak diikuti  dengan  sebuah aktivitas dimana  para  siswa sendiri dapat  ikut  bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman pribadi
  • Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelompok
  • Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses  dalam situasi  nyata
  • Jika setiap orang diminta mendemonstrasikan maka dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta lainnya

F.     Metode Penugasan

Pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat berupa masalah yang harus dipecahkan dan prosedurnya tidak diberitahukan. Metode penugasan ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Kekurangan metode ini terletak pada sulitnya mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.
Metode penugasan adalah metode penyajian bahan dimanaguru memberikan tugas tertent agar siswa melakukan kegiatan belajar Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode tugas, yaitu :
1. Fase pemberian tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:
a. Tujuan yang akan dicapai
b. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut
c. Sesuai dengan kemampuan siswa
d. Ada petunjuk / sunber yang dapat membantu pekerjaan siswa
e. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut
2. Langkah Pelaksanaan Tugas
a. Diberikan bimbingan /pengawasan oleh guru
b. Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja.
c. Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
d. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik
3. Fase mempertanggungjawabkan Tugas
a. Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakannya.
b. Ada tanya jawab/diskusi kelas
c. Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupaun nontes atau cara lain

Kekurangan Metode Penugasan :
a.       Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain
b.      Khusus untuk tugas kelompok , tidk jarang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik.
c.       Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
d.      Sering memberikan tugas yang monoton ( tak bervariasi ) dapat menimbulkan kebosanan siswa
Kelebihan Metode Penugasan :
a.       Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
b.      Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
c.       Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
d.      Dapat mengembangkan kreativitas siswa.


G.    Metode Bermain peran / simulasi

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan metode ini adalah:
  • Penentuan topik
  • Penentuan anggota pemeran
  • Pembuatan lembar kerja
  • Latihan singkat dialog
  • Pelaksanaan pemainan peran

Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalam contoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saatmelakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar